KSU Nira Satria

Warga di wilayah Banyumas rata-rata berprofesi menjadi petani dan penderes nira. Lebih dari 29,000 petani menggantungkan hidupnya sebagai petani penderes. Kebanyakan dari mereka memiliki kondisi ekonomi menengah ke bawah, dan kerap terjebak dalam sistem ijon yang membuat nira dihargai dengan rendah. Tidak ada jaminan sosial jika penderes dan petani terkena musibah. Selain itu, produksi gula kelapa memiliki kualitas rendah karena menggunakan campuran bahan kimia yang berbahaya. Gula kelapa ini pun dijual dengan melewati berbagai tingkat pengepul sehingga harganya sangat rendah.

Kelompok Serba Usaha Nira Satria mengurai permasalahan ini dengan harapan agar harga gula dan harga beras berimbang. Empat kelompok di tiga kecamatan kemudian terbentuk untuk mempermudah koordinasi. Selanjutnya, para penderes dan petani diberi berbagai pelatihan dan penyulihan termasuk mengenai rantai pasok, kepemimpinan, pertanian organic, budidaya tanaman, sampai juga pemahaman peran gender serta manajemen ekonomi rumah tangga.

Inovasi produk menjadi pilar utama dari kelompok Nira Satria. Pengembangan produk dari gula cetak ke gula kristal organic yang bebas bahan kimia berbahaya, bersih, dan layak konsumsi merupakan salah satu capaian terbesar. Produk ini kemudian mendapatkan sertifikat organic internasional dari Belanda yaitu Control Union Certification (CUC). Nira Satria terus berinovasi dengan mengembangkan produk gula bervarian rasa seperti jahe, kencur, temulawak, kunyit, sirsak, vanilla, pandan wangi, dan kayu manis. Hasilnya, penghasilan kelompok penderes meningkat sebesar 30-50%.

 

 

Services:
Topics:
Commodity:
Consultants: –