Tim

MasDicky_ProfPic

Dicky Lopulalan

Co-Founder

Sejak tahun 2000, Dicky Lopulalan telah berkecimpung sebagai fasilitator, setelah sebelumnya berprofesi sebagai jurnalis di berbagai media nasional. Beberapa tahun terakhir, Dicky yang sempat mengecap pendidikan di STF Driyakara Jakarta, memperdalam keahliannya di bidang Coaching untuk pengembangan Sumber Daya Manusia dan Pengelolaan Pengetahuan. Dicky banyak bekerja sama dengan berbagai kalangan, dari komunitas akar rumput, lembaga non pemerintah, perusahaan swasta, institusi pemerintah tingkat daerah hingga nasional, hingga lembaga-lembaga internasional.

    MbakNin_ProfPic

    Adinindyah

    Co-Founder

    Adinindyah adalah pelaku usaha dan pegiat berbagai usaha berbasis komunitas yang bertujuan untuk meningkatkan kapasitas perempuan melalui tradisi lokal. Nindya adalah Direktur untuk Lawe, sebuah usaha berbasis komunitas di Yogyakarta yang mengemban misi untuk menjaga tradisi lokal melalui kain lurik. Melalui Lawe, Nindya mengembangkan lurik menjadi produk siap pakai sehari-hari seperti tas, kalung, alat tulis, dan lainnya. Nindya juga aktif dalam program Weaving for Life, sebuah gerakan untuk membantu perempuan-perempuan di wilayah timur Indonesia mengembangkan produk tenun mereka. Selain itu, Nindya menjadi program coach ILO-SCORE untuk usaha-usaha mikro, kecil, dan medium di Indonesia dan menjadi Focal Point pengembangan produk hasil hutan non-kayu.

      mba mutiaa buat website

      Mutia Afianti

      Assistant Founder

      Mutia bergerak di bidang lingkungan dimulai semenjak berkuliah kuliah di fakultas biologi. Mempunyai hobi fotografi alam liar dan aktif dalam kegiatan yang berhubungan tentang lingkungan di kampus hingga saat ini. Pernah melakukan penelitian untuk skripsi di Kalimantan Tengah dan menjadi volunteer dalam penelitian burung Rangkong di bentang alam Kapuas Hulu.

        Wiraswati Yuliani BW

        Wiraswati Yuliani

        Program Manager

        Sebagai koordinator training di WFL dan manajer Program LAWE Indonesia. Berperan aktif menggerakan program pelatihan untuk kelompok perempuan baik dalam teknik tenun, jahit dan kerajinan lainnya, juga dalam hal desain dan pengembangan produk, yang tersebar di Jogja, Lombok tengah, Kupang, Jember, Pontianak dan Palu. Selain itu juga terlibat dalam pemberdayaan kelompok difabel korban gempa bumi Jogja 2006 dan menjalankan inisiatif mandiri dalam pendampingan, pelatihan jahit, tenun dan kerajinan berbahan daur ulang di beberapa SLB di Jogja, serta sebagai konsultan kurasi produk dalam proyek pemberdayaan ekonomi untuk pengusaha penyandang difabel, yang didukung oleh British Council

          Fitria Werdiningsih BW

          Fitria Werdiningsih

          Engagement

          Fitria adalah manajer program Lawe, sebuah usaha komunitas sosial yang memiliki misi untuk memberdayakan perempuan melalui pelestarian tradisi lokal. Fitria telah bergabung dengan Lawe sejak Desember 2006, menangani progran kolaborasi dengan Universitas Ekonomi Hiroshima yang menjalankan program sosial mereka di Yogjakarta dan juga mewakili Lawe dalam kerja sama dengan The Blessing Basket Project dari Amerika Serikat. Fitria juga menjabat sebagai pelatih program ILO-SCORE untuk usaha mikro dan kecil di Indonesia bersama dengan BEDO – Business and Export Development Organization yang berbasis di Bali

            Profile Rifqi TM

            Rifqi Afdillah

            Project Officer

            Rifqi bergerak di bidang marketing dan event selama lebih dari lima tahun, dan banyak terlibat dalam event seni di Yogyakarta, seperti tergabung ke dalam tim event dan artistik untuk Memedi Sawah di Desa Wisata Candran, Bantul dan koordinator acara untuk Festival Sewu Kitiran, Bantul. Sebagai desainer grafis, Rifqi telah menghasilkan banyak karya untuk beberapa organisasi dan kegiatan di Yogyakarta.

              Konsultan

              MbakDudu_ProfPic

              Catharina Dwihastarini

              Strategic Development Consultant

                Catharina, atau akrab dipanggil Dwi, bergelut di sektor sosial dan lingkungan hidup selama lebih dari 15 tahun. Dwi memiliki banyak pengalaman dalam mengelola program berbasis komunitas di Indonesia, terutama terkait dengan pengelolaan dana hibah dan pengelolaan program, pengembangan strategi, pendekatan berbasis komunitas, dan pengembangan usaha skala mikro dan kecil. Dalam pengalamannya ini, Dwi memiliki jejaring yang luas baik di tingkat lokal, nasional, maupun internasional terutama dalam kiprahnya sebagai Koordinator Nasional GEF SGP Indonesia. Selain itu, Dwi aktif sebagai fasilitator dan konsultan untuk mengembangkan produk dan strategi untuk pengelolaan pengetahuan.

                MasHery_ProfPic

                Hery Budiarto

                Programme Administration Consultant

                  Hery tergabung dalam tim Sekertariat Nasional GEF SGP Indonesia selama lebih dari dua puluh tahun, dan telah bekerja dengan ratusan organisasi berbasis komunitas di seluruh Indonesia. Hery memiliki pengalaman panjang untuk meningkatkan kapasitas pengelolaan keuangan di organisasi-organisasi tersebut dengan berbagai cara, termasuk pelatihan dan pendampingan. Selain itu, Hery juga menjadi kerap melakukan pendampingan organisasi untuk persiapan audit keuangan, dan memberikan masukan strategis terhadap perkembangan program GEF SGP Indonesia.

                  MbakMeinar_ProfPic

                  Meinar Sapto Wulan

                  Product Development Consultant

                    Meinar memiliki pengalaman pengelolaan program dana hibah berbasis lingkungan selama hampir 10 tahun. Di GEF SGP Indonesia, Meinar berperan aktif untuk mengembangkan strategi program, mendampingi mitra dalam mengembangkan program, serta mengelola website dan database program. Meinar memiliki pengalaman panjang dalam membina hubungan dengan mitra dan jaringan GEF SGP secara umum, termasuk panitia pengarah nasional, pemerintah, organisasi lingkungan hidup, dan lainnya.

                    Foto Profil Nartam (1)

                    Nartam Andre Nusa

                    Fasilitator Wirausaha Komunitas

                      Gula semut dari Banyumas telah masuk pasar Eropa dan Amerika berkat perjuangan keras kelompok anak muda penderes yang terbentuk sejak 2003, dan berganti nama menjadi KSU Nira Satria pada 2011. Nartam, Ketua KSU Nira Satria, memulai peranannya sebagai kader yang memberikan penyuluhan tentang cara mengelola organisasi, pengembangan dan inovasi produk, hingga pengelolaan ekonomi rumah tangga. Koperasi menjadi andalan Nartam dalam bekerja sama dengan para penderes. Koperasi tidak hanya menjadi wadah untuk berwirausaha, namun juga sebagai sarana untuk mempererat rasa kegotong royongan dan mencerdaskan anggotanya. Nartam kini aktif menjadi fasilitator asosiasi pengembangan gula palma Indonesia dan juga ketua Asosiasi Koperasi Gula Kristal Jawa Tengah dan kerap memberikan berbagai pelatihan tentang: pengelolaan lahan dan tanaman organik, pengelolaan produk organik, sertifikasi organik standar nasional dan internasional, ekspor produk, pengembangan bisnis komunitas (termasuk aspek legal dan kelembagaan), dan pemetaan potensi pasar.

                      Foto Profil Hermanto Riak Bumi (1)

                      Hermanto

                      Fasilitator Pengembangan Produk

                        Hermanto telah 10 tahun berkecimpung dalam usaha dan pengembangan madu hutan di Kalimantan Barat dalam peranannya sebagai Sekertaris Yayasan Riak Bumi dan Direktur Jaringan Madu Hutan Indonesia. Hermanto memiliki visi untuk meningkatkan kelayakan hidup petani madu hutan, dan agar produk madu hutan bisa lebih kompetitif. Selain madu hutan, produk hasil hutan bukan kayu lainnya yang sedang dikembangkan adalah tengkawang dan anyaman. Hermanto membantu komunitas mempromosikan produk dan terus mencari peluang pemasaran baru. Hal ini dilakukan dengan cara memberikan pendampingan dan fasilitasi kepada kelompok masyarakat dalam melakukan perencanaan, pengemasan, dan pemasaran produk. Hermanto juga membantu kelompok mencari mitra mitra strategis untuk keberlanjutan produk. Pengelolaan merk biasa dilakukan dengan kampanye sosial sehingga tetap diingat oleh konsumen dan masyarakat.

                        Foto Profil Daniel W (1)

                        Dany Wetangterah

                        Fasilitator Creative Thinking

                          Dany adalah seorang pekerja sosial, pelatih, fasilitator, pegiat komunitas, sdan penyuka inovasi sosial, dengan passion mengembangkan potensi-potensi kreatif di tingkat komunitas, khususnya di Nusa Tenggara Timur. Dany saat ini menjadi Programme Manager untuk beberapa program di PIKUL, dan juga menjadi pelatih dan fasilitator paruh waktu untuk lebih dari 30 lembaga atau inisiatif, untuk materi-materi terkait dengan gerakan anak muda, creative thinking (misalnya untuk pengembangan produk dan jasa berbasis user experience), social media, inovasi/transformasi sosial, pendekatan berbasis aset, wirausaha sosial (agroteknologi), dan active citizens framework. Saat ini Dany sedang aktif menjadi mentor untuk 6 wirausaha sosial di NTT yaitu Nusabordir, SkolMus Enterprise, Sayur Sehat Kupang, Sayur Sehat Soe, Sayur Sehat Maumere dan Papalele.

                          PROFPIC - Copy (2)

                          Reza Adrianus

                          Fasilitator Digital Marketing

                            Reza Adrianus telah bergerak di bidang teknologi dan bisnis selama lebih dari lima tahun. Bersama lembaganya, DPanell, Reza telah menjadi konsultan pengembangan bisnis digital strategis untuk beberapa klien seperti Kacang Garuda, BCA Sekuritas, Kredivo, Periplus, dan juga lembaga yang bergerak di bidang sosial. Dpanell adalah agency digital yang menggabungkan solusi bisnis dan teknologi, terutama bagaimana teknologi dapat memberikan perspektif baru dalam tantangan menjalankan usaha seperti dengan mengembangkan software, aplikasi, ataupun solusi digital lainnya.

                            Foto Profil Rendra (1)

                            Rendra Almatsier

                            Fasilitator Visual Communications

                              Rendra bergerak di bidang komunikasi visual selama lebih dari 15 tahun untuk mempromosikan berbagai cerita yang menggambarkan keberagaman dan kekayaan di Indonesia. Rendra adalah founder dari Impro Visual Storyteller, sebuah agency yang fokus pada content creation, dan secara aktif menciptakan dan menyebarkan konten orisinil baik untuk publik, organisasi, atau perusahaan melalui berbagai jenis media. Rendra menggunakan berbagai macam media dan alat untuk membantu menyampaikan pesan-pesan ini secara visual, seperti graphic recording, film dokumenter, iklan, dan sebagainya. Rendra dan Impro telah bekerja sama dengan berbagai lembaga seperti WorldBank, DFAT, ADB, ACDP, Yayasan BaKTI, dan lain sebagainya.

                              samiaji Bintang

                              Samiaji Bintang

                              Fasilitator Creative Writing

                                Samiaji Bintang berpengalaman menjadi jurnalis selama 17 tahun, dan saat ini menjadi Direktur Lembaga Studi Pers dan Pembangunan (LSPP) dan Pengajar Universitas Media Nusantara. Bintang juga kerap menjadi pelatih, penulis, dan editor bagi beberapa lembaga terutama terkait peningkatan kapasitas komunitas untuk mengidentifikasi, menghimpun informasi dan mendokumentasikan pengetahuan serta menyusun dalam format yang diakses publik. Peningkatan kapasitas ini meliputi berbagai isu sosial seperti literasi media, kebebasan berekspresi, kesetaraan gender, akses informasi, persoalan patriarki, juga persoalan pasar seperti mengoptimalkan pemanfaatan media digital dan promosi kreatif. Bintang mendapat Mochtar Lubis Fellowship tahun 2009, serta belajar jurnalistik pada 2009-2011 di Ateneo de Manila University atas beasiswa dari Konrad-Adenauer Asian Center for Journalism.

                                ida Pardosi

                                Ida Pardosi

                                Product Development Consultant

                                  Ida memiliki pengalaman di isu ketahanan pangan, pengembangan produk organik, dan pengembangan kapasitas kelompok anak muda selama lebih dari 20 tahun. Saat ini, Ida aktif mengelola berbagai program dalam kapasitasnya sebagai Program Manager di Aliansi Desa Sejahtera dan Perkumpulan Indonesia Berseru, dan juga kerap menjadi fasilitator untuk berbagai lembaga untuk isu terkait dengan strategi komunikasi, advokasi, dan memfasilitasi diskusi partisipatif bersama komunitas. Ida juga mendampingi perkembangan wirausaha dengan cara mengidentifikasi peluang pasar, menyusun strategi bersama, serta menghubungkan komunitas dengan para pihak terkait, antara lain dengan beberapa komunitas di Bogor, Depok, Sulawesi Selatan, dan Sulawesi Tenggara.