Gita Pertiwi

Koro-koroan merupakan tanaman kacang asli Wonogiri, Jawa Tengah. Keberadaan kacang-kacangan ini semakin pudar, karena petani condong menanam tanaman pangan lain yang bernilai lebih tinggi seperti padi dan jagung. Hebatnya koro-koroan, tanaman ini dapat tumbuh di lahan kering. Selain itu, koro-koroan adalah tanaman leguminosae yang mampu mengikat nitrogen dari udara untuk dikelola menjadi sumber nutrisi lahan. Itu berarti tanaman ini dapat menjadi penyembuh lahan kering. Ketika musim kemarau, koro-koroan menjadi sumber penghidupan petani.

Sejak 2012, Yayasan Gita Pertiwi mendampingi para petani perempuan pada empat desa di tiga kecamatan, di Kabupaten Wonogiri.  Bersama-sama, mereka menemukan bahwa Wonogiri kaya akan varietas koro-koroan seperti Benguk, Glinding, Gude, Cipir, Begog atau Pedang. Agar nilai dari koro-koroan ini meningkat, Yayasan Gita Pertiwi bekerja sama dengan Universitas Katolik Soegijapranata untuk mengembangkan kacang-kacangan ini menjadi aneka ragam pangan seperti tempe, kecap dan snack.

Kelangkaan kedele yang membuat terpuruknya beberapa industri rumah tangga tempe di Wonogiri menjadi peluang dan tantangan bagi para produsen makanan olahan koro untuk berkreasi, agar koro bisa menjadi alternatif pengganti kedelai. Dengan demikian, ketergantungan akan impor kedelai bisa dikurangi.

 

 

 

 

Services:
Topics: Gender education for farmers; Sertifikasi organic (kolektif); Sertifikasi fair trade (VICO)
Commodity: Produk dari Koro; Tenun Lurik dari Klaten; Beras Organik
Consultants: Titik Sasanti; Rosanna Dewi