Geng Motor Imut

Noverius Nggili serta beberapa rekan alumnus Fakultas Peternakan Universitas Nusa Cendana sudah sejak tahun 2005 berkumpul dan berdiskusi mengenai praktek peternakan di NTT. Topik bermula dari keprihatinan akan turunnya populasi ternah di propinsi yang, ironisnya, sempat terkenal sebagai Gudang ternak. Hal ini ditengarai sebagai akibat dari banyaknya lulusan fakultas peternakan yang tidak bekerja di bidangnya, sehingga tidak banyak inovasi yang dihasilkan.

Langkah mereka berlanjut dengan konvoi dengan motor ke kampung-kampung di NTT untuk mengajari penduduk cara beternak dan bertani yang efektif, mengolah limbah menjadi sumber energi, atau memperkenalkan inovasi dalam beternak. Geng Motor Imut – Inovasi dan Mobilisasi Untuk Transformasi, begitu mereka kemudian dikenal. Sampai saat ini, Geng Motor Imut, dimana mayoritas para pendirinya adalah penggila sepeda motor, telah menjangkau 3,600 peternak dan petani di 24 desa, 9 kabupaten/kota, dan 9 pulau di Nusa Tenggara Timur (NTT). Mantra sukses mereka adalah “Tapaleuk urus ternak”, yang artinya “Jalan-jalan mengurus ternak”.

 

 

 

 

Services:
Topics:
Commodity:
Consultants: